Search
  • craisha0

Tiga Hal Penting yang Anda Cari dalam Kandidat Saat Menyeleksi Karyawan Baru



Setiap perusahaan akan melakukan proses rekrutmen dengan alasan berbagai faktor seperti; staff turnover (resign, parental leave, dan pensiun), dibukanya lini bisnis baru (ekspansi pasar), maupun yang didorong oleh keinginan untuk mengadopsi teknologi baru dan dibutuhkan staf dengan keahlian khusus. Tentunya baik HR Officer, hiring manager maupun business owner menginginkan seorang kandidat terbaiklah yang mereka dapatkan untuk memenuhi sebuah posisi yang kosong.


Setidaknya ada tiga hal yang akan dilihat dari seorang kandidat untuk menentukan apakah dia cocok atau tidak dalam memenuhi sebuah posisi yang sedang ditawarkan. Ketiga hal ini idealnya juga dicantumkan dalam iklan lowongan pekerjaan yang dibuat, yaitu:


1. Behaviour (perilaku)

Behaviour (perilaku) seseorang yang dimaksud adalah yang berhubungan dengan cara kandidat bekerja dan dibutuhkan untuk posisi yang sedang ditawarkan. Misalnya; tidak mudah menyerah, mudah beradaptasi, tekun, dan selalu berinovasi. HR Department bersama dengan pimpinan perusahaan seharusnya sudah memetakan perilaku apa saja yang cocok untuk bekerja dalam perusahaan tersebut. Contohnya; perusahaan A menginginkan semua pekerja dalam level apapun memiliki perilaku yang “proaktif dan disiplin”.


2. Knowledge and Skill (Pengetahuan dan Keterampilan)

Pengetahuan dan keterampilan adalah dua hal yang sering disamakan, padahal keduanya sangatlah berbeda. Knowledge (pengetahuan) adalah informasi yang didapat lewat input sensori (membaca, melihat, mendengar, merasakan, dll). Sementara skill (keterampilan) adalah kemampuan seseorang untuk menerapkan pengetahuan-pengetahuan yang didapat dalam situasi yang spesifik dan terbangun lewat latihan-latihan. Pengetahuan berada pada level teori dan keterampilan pada praktek.


Kandidat yang berhasil tersaring harus memenuhi pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam posisi tersebut. Pengetahuan dapat dilihat dari jurusan kuliah, konsentrasi peminatan, dan pelatihan-pelatihan. Rekruiter dapat melihat skill kandidat dari demonstrasi kerja ataupun portfolio.


Keterampilan juga dibagi menjadi dua jenis, yaitu fungsional dan umum. Ketrampilan fungsional yaitu keterampilan spesifik yang membutuhkan pendidikan khusus untuk memenuhi posisi tertentu. Contohnya; untuk mengisi posisi building maintenance officer, haruslah seorang lulusan engineering. Untuk memenuhi profesi apoteker, haruslah lulusan farmasi. Namun ada pula keterampilan yang lebih general seperti problem solving, dan project management yang dapat dipakai di lini pekerjaan apapun.


3. Motivational fit

Motivasi adalah kecocokan seseorang baik terhadap nature pekerjaannya (job fit), maupun terhadap budaya perusahaan itu sendiri (organizational fit). Kedua hal ini ternyata menjadi penentu dalam lama atau tidaknya seseorang bekerja dalam sebuah pekerjaan.


Sebagai contoh, ada orang yang pada dasarnya senang bekerja dengan data, bekerja berhubungan dengan banyak orang, dan ada pula orang yang senang dengan pekerjaan yang membutuhkan atensi terhadap detil. Sementara itu, organization fit berbicara tentang bagaimana budaya perusahaan cocok dengan seorang kandidat. Ada perusahaan yang semua karyawannya diminta mampu untuk bekerja dengan supervisi minim. Ada perusahaan yang mendorong karyawannya untuk mengajukan rencana improvement secara reguler. Budaya organisasi diperusahaan dengan jumlah karyawan 1000 – 5000 orang pasti berbeda dengan perusahaan start up yang hanya berjumlah 10-50 orang.


Dalam iklan lowongan pekerjaan, penjelasan secara singkat mengenai perusahaan seperti jenis industri, jumlah karyawan, business attire yang digunakan, akan membantu calon kandidat untuk menilai kecocokan dirinya sendiri terhadap budaya perusahaan yang akan dia masuki.


Jika kita sudah atau apa yang hendak kita cari dalam seorang kandidat, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara menggali informasi ini dari kandidat? Curriculum Vitae tentunya membantu untuk memberikan gambaran macam-macam pekerjaan yang pernah kandidat lakukan, namun kita perlu mengetahui bagaimana cara mereka melakukan pekerjaannya dalam proses wawancara dengan cara menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang tepat dan efektif.



45 views0 comments

Kelapa Gading, Jakarta Utara | info@fides.co.id | +62 21 29 55 74 37

  • Facebook - Black Circle
  • Instagram - Black Circle

© 2015 by Fides leadership Consulting